Minggu, 07 Agustus 2011

PROFIL PRESIDEN BEM FPIK

PROFIL

Nama Taufan Wibowo, biasa dipanggil Sam Opan. Lahir di Malang, 10 Oktober 1987. anak terakhir dari 2 bersaudara. Hoby traveling, hiking, serta segala sesuatu yang berhubungan dengan Alam. Hampir semua kota di jawa dan bali pernah di jelajahi dengan backpacker dan modal yang seadanya. Banyak gunung yang juga telah di daki antara lain tentu saja gunung tertinggi di jawa, yaitu Gunung Semeru dengan kawah andalannya Jonggring saloko, kemudian Gunung Arjuna, Gunung Lawu, pegunungan Argopuro, Gunung Kelud, Gunung Bromo, Gunung Merapi di Jawa Tengah, Gunung Salak di Jawa barat, Gunung Rinjani di NTB.
Pengalaman inilah yang akhirnya membuat beliau dipercaya oleh kawan-kawan pecinta Alam di Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan sebagai Ketua Umum SAMPAN (satuan pecinta alam perikanan) selama 2 periode di tahun 2008-2010. disela-sela itu penggemar Soe Hok Gie ini juga ikut andil dalam kepengurusan Himpunan sebagai Sekretaris umum HUMANERA di tahun 2007-2008 dan selanjutnya merentas karir organisasinya di Badan Eksekutif Mahasiswa FPiK selama kurang lebih 3 tahun dengan pergantian masa jabatan selama 2 periode, sebagai Dirjen PSDM. Beliau juga kerap kali dipercaya sebagai ketua pelaksana, antara lain sebagai ketua pelaksana Krida Mahasiswa dan Studi Lapang pada tahun 2009, serta Seminar Nasional ”merah putih” ditahun 2010, dengan mendatangkan Pangdam V Brawijaya. Kecintaannya terhadap Alam dan kapasitasnya sebagai organisator, beliau lantas menjadi salah satu pendiri Organisasi Fotografi di fakultas, yang kemudian diberi nama, RICARO, serta MASCOT, yaitu organisasi yang khusus dalam bidang study Mangrove.
SAM OPAN
MAS TAUFAN
Rasa sosial yang tinggi membuat kawan-kawan di Fakultas mempercayakan beliau sebagai pemimpin mahasiswa dengan menduduki Jabatan Presiden BEM FPiK periode kali ini.  Tidak banyak yang diharapkan, seandainya seluruh Mahasiswa di Fakultas maupun Universitas mampu bergerak bersama-sama tanpa adanya tendensi politik apapun, serta melepas segala bentuk kesenjangan sosial, lalu kembali menjadi mahasiswa yang bebas, kritis, dan bertanggung jawab, memperjuangkan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan baik yang disadari maupun tidak disadari, maka apa yang dicita-citakan beliau telah terlaksana. Beliau Bukan Merah, Hijau, Kuning ataupun Putih, beliau adalah Manusia yang Merdeka dalam Almamater Biru Universitas Brawijaya. Hidup Mahasiswa!!

1 komentar:

  1. mas admin_
    skedar koreksi dikit_
    gunung Rinjani di NTB bukan di NTT_
    makasi mas_

    kisahx keren ^-^

    BalasHapus